Kritik untuk van dijk yang kadang kelewat santai

Virgil van Dijk boleh dibilang nyaris sempurna sebagai bek tengah. Tapi ada satu kritik untuk Van Dijk yang disebut kadang terlalu santai menjaga pertahanan.

Punya tinggi menjulang 193 cm, Van Dijk bak menara tinggi di lini pertahanan Liverpool. Meski berbadan besar, Van Dijk terbilang lincah dan mampu diajak bermain satu lawan satu dengan penyerang.

Sejauh ini, Liverpool terbantu sekali sejak kehadiran Van Dijk Januari lalu karena lini belakang mereka terbilang sulit ditembus terutama dari bola-bola atas. Van Dijk bisa dengan mudah menghalau bola crossing atau bahkan umpan terobosan.

Contoh mudahnya adalah Liverpool tak pernah kebobolan pada partai kandang di Premier League sejak Februari hingga saat ini. Itu semua sejak pembelian Van Dijk seharga 75 juta pound sterling yang memecahkan rekor transfer pemain belakang.

Tapi, tak ada gading yang tak retak. Tidak ada pemain yang sempurna, demikian halnya dengan Van Dijk, yang dianggap suka telat turun usai membantu lini serang. Atau ketika Van Dijk jarang mau mengeluarkan tenaga lebih untuk berduel dengan pemain yang punya kekuatan heading.

Itu terjadi saat Timnas Belanda kalah 1-2 dari Prancis di UEFA Nations League bulan lalu ketika Olivier Giroud mengalahkan Van Dijk dalam duel udara untuk mencetak gol kemenangan. Selain itu, saat Liverpool nyaris kalah dari Manchester City akhir pekan kemarin andaikan penalti Riyad Mahrez tidak melayang ke atas.

Penalti itu diakibatkan kesalahan Van Dijk saat menutup gerak Leroy Sane di kotak penalti hingga harus menjatuhkannya. Kesalahan-kesalahan seperti itu dinilai karena Van Dijk kadang terlalu santai dan harus dihilangkan sesegera mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *